Cara Membersihkan Racun dan Menurunkan Berat Badan Tubuh dengan Alami

Cara Membersihkan Racun dan Menurunkan Berat Badan Tubuh dengan Alami

Kata detoksifikasi yang umum adalah tindakan membuang racun dari dalam tubuh akibat mengonsumsi alkohol, drugs, atau substansi beracun lain. Namun manfaat detoks ternyata lebih luas. Anda dapat melakukan detoks untuk membuang semua efek negatif pada tubuh kita dari pengaruh lingkungan, seperti bahan kimia untuk industri, pestisida, zat adiktif dalam makanan, asap rokok pada perokok pasif, atau polusi. Bila Anda sudah mulai sering pusing tanpa sebab, sakit punggung, daya ingat menurun, rambut rontok, atau alergi terhadap sesuatu, saat itulah Anda harus mulai melakukan detoks.

Apa itu Detox?

Detoksifikasi (detoksifikasi) pada dasarnya adalah proses membersihkan racun dari tubuh Anda. Detoks dilakukan untuk membuang substansi beracun dan membersihkan ginjal dan usus, karena dalam organ-organ inilah bahan kimia dan racun tinggal di dalam tubuh. Proses detoks dapat dilakukan dalam beragam cara, seperti mengonsumsi suplemen bergizi, Obat-obatan herbal, penyuntikan, dan lain sebagainya. Salah satu keuntungan dari tindakan detoksifikasi adalah memperbaiki fungsi lever, ginjal, dan darah. Selain itu juga menstimulasi sistem kekebalan tubuh, meningka tkan sistem hormonal, serta mengurangi ketergantungan pada gula, kafein, nikotin, atau alkohol.

Detox berfokus pada pembersihan racun dari organ internal termasuk hati, ginjal, dan kantong empedu. Racun dilepaskan ke aliran darah dan diekskresikan melalui kulit atau feses. Pola makan yang sehat, olahraga baik, semuanya mendorong detoksifikasi alami. Detoksifikasi alami ringan harus menjadi bagian dari upaya sehari-hari menuju gaya hidup sehat.

Apa itu Racun?

Kata toksin sering digunakan untuk menggambarkan apa pun yang mungkin berdampak negatif bagi kesehatan Anda. Banyak Kandungan yang racun yang kita konsumsi secara tidak sadar seperti gula, bahan buatan, pestisida di tanaman, dan bahan kimia yang ada di makanan yang mengadung pengawet.

Baca juga : Cara Membersihkan Racun dengan Ekstrak Tanaman Alami 

 

Beberapa Penyebab Racun Dalam Tubuh Sulit Keluar/Bertumpuk :

1. Polusi.
Menurut sebuah laporan 2016 yang diterbitkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), polusi udara luar telah meningkat 8 persen secara global hanya dalam lima tahun terakhir.

2. Bahan Kimia dalam Air dan Suplai Makanan.
Menurut WHO, makanan yang tidak aman mengandung bakteri berbahaya, virus, parasit atau zat kimia menyebabkan lebih dari 200 penyakit, mulai dari diare sampai kanker. Selain itu, pasokan air kota saat ini mungkin mengandung fluorida, klorin, dan timbal, ke parasit seperti Giardia, hingga pengganggu endokrin yang ditemukan dalam kontrasepsi oral.

3. Penggunaan Obat-obatan.
Penggunaan obat biasa (zat ilegal dan obat-obatan yang diresepkan) dan minum secara teratur akan mengurangi jalur detoksifikasi, terutama pada hati dan sistem pencernaan. Survei Nasional Penggunaan Obat dan Kesehatan (NSDUH) menemukan bahwa 21,5 juta orang dewasa Amerika Serikat memerangi penyalahgunaan zat pada 2014.

4. Pikiran Negatif dan Emosi.
Bahkan pikiran dan emosi negatif pun bisa diterjemahkan menjadi stres di tubuh. Stres kronis meningkatkan kadar kortisol, menyebabkan peradangan dan sejumlah kondisi penyakit. Menurut CBS News, jumlah orang Amerika yang mengaku berada dalam “tekanan ekstrem” meningkat 18 persen antara 2014 dan 2015.

5. Pestisida.
Dalam sebuah makalah 2012 untuk National Institutes of Health, Dr. David Bellinger berhipotesis bahwa 16,9 juta poin IQ telah hilang pada anak-anak karena terpapar pestisida sehari-hari.

Cara Mengeluarkan Racun Di Tubuh
Cara mengeluarakan detoks dapat dilakukan untuk jangka pendek atau jangka panjang, namun semua program ini bertujuan untuk membebaskan racun dari dalam tubuh. Program jangka pendek bisa Anda lakukan dengan diet jus 24 jam, membersihkan usus besar, membersihkan kulit, membuang merkuri, dan menginjeksi ke dalam pembuluh darah. Sedangkan program jangka panjang dilakukan dengan mengubah pola diet, seperti menghindari daging, karbohidrat tinggi, atau pemanis, dan mengonsumsi lebih banyak sayur-sayuran, buah, atau bawang; minuman seperti air putih, jus sayuran dan buah-buahan, dan teh herbal, serta meminum vitamin dan suplemen. Sangat disarankan juga untuk melakukan latihan seperti Yoga atau Tai Chi, dan mencoba terapi alternatif seperti homeopati, akupunktur, hidroterapi, dan mencoba metode untuk mengurangi stres seperti massage, berendam dengan herbal, atau meditasi.

Detoks di rumah Memang program detoks secara serius perlu dilakukan bila Anda sudah mengalami gangguan kesehatan. Namun Anda juga dapat melakukan perawatan detoks sendiri, karena amat mudah dilakukan dan murah. Meskipun begitu, perawatan ini tak dapat menghasilkan manfaat untuk jangka panjang.

1. Mandi dengan air panas dan garam. Air panas menarik racun keluar dari tubuh melalui permukaan kulit. Garam akan memperbesar peluang detoks karena menyebabkan Anda berkeringat. Ketika ditambahkan ke dalam air, garam membantu membersihkan usus besar.

2. Tambahkan lemon ke dalam air minum Anda sepanjang hari. Kadar asam dalam lemon membantu proses pembersihan. Buah-buahan dalam keluarga sitrus, seperti lemon, berisi konsentrat alami dari asam sitrat. Asam sitrat bekerja seperti pemutihan pada lemak. Karena kadar keasaman dan PH-nya yang tinggi, asam sitrat mampu mempenetrasi dan menerobos molekul lemak.

3. Menjalankan Puasa tanpa Anda sadari sebenarnya Anda juga sedang melakukan pembersihan tubuh dari racun saat menjalankan puasa. Pada saat puasa, Anda tidak minum dan tidak makan selama beberapa jam. Waktu itu dapat dimanfaatkan oleh tubuh untuk pembersihan diri dan juga untuk beristirahat sejenak. Ini merupakan kesempatan tubuh untuk mengatur ulang fungsinya, pemulihan, dan penyegaran.

4. Minum air lebih banyak, Tubuh kita mengandung 80% air, sehingga kita tentu memerlukan air untuk membantu tubuh menjalankan fungsinya. Saat Anda minum, sebenarnya Anda tidak hanya memuaskan dahaga, tetapi juga membantu mengeluarkan racun dari tubuh. Saat Anda ingin mengeluarkan racun dari tubuh, Anda mungkin membutuhkan lebih banyak air daripada rekomendasi biasanya.

Minum 8-10 gelas air putih per hari sudah cukup dalam menyediakan air untuk tubuh, tetapi Anda perlu menambah konsumsi air Anda saat Anda melakukan detoksifikasi. Namun, kebutuhan air setiap orang berbeda-beda tergantung dari jenis kelamin dan ukuran tubuh. Kebutuhan cairan seseorang juga akan meningkat saat ia lebih banyak melakukan aktivitas fisik.

5. Lakukan aktivitas yang dapat mengeluarkan keringat,Salah satu cara tubuh dalam mengeluarkan racun adalah dengan melalui keringat. Suatu penelitian menemukan bahwa kandungan arsenik, kadmium, timbal, dan merkuri terkandung di dalam keringat yang Anda keluarkan. Bagaimana cara mengeluarkan keringat? Tentu, Anda bisa melakukannya dengan cara olahraga atau pergi ke sauna. Ya, olahraga merupakan salah satu cara sehat untuk menjaga tubuh Anda tetap bugar dan juga untuk membantu tubuh mengeluarkan racun. Untuk Anda yang tidak suka olahraga, ayo mulai sekarang lakukan olahraga setidaknya 30 menit saja dalam sehari.
Jika Anda perokok, sebaiknya hentikan terlebih dahulu kebiasaan merokok Anda saat Anda sedang menjalankan detoksifikasi. Rokok dan asap rokok yang terhirup oleh Anda pastinya adalah racun bagi tubuh Anda. Begitu juga jika Anda terbiasa minum minuman alkohol, sebaiknya juga tinggalkan kebiasaan ini. Alkohol dapat memberatkan kerja hati, ini tentu tidak baik saat Anda sedang berusaha mengeluarkan racun dari tubuh.

Jika Anda penggemar kopi, Anda juga harus berhenti sejenak untuk menikmati sajian kopi Anda. Kopi mengandung kafein yang dapat menjadi racun bagi tubuh. Sebaiknya, ganti minuman kopi Anda setiap pagi dengan secangkir teh hijau. Walaupun kopi dan teh sama-sama mengandung kafein, namun jenisnya berbeda. Teh hijau juga mengandung polifenol, sejenis antioksidan, yang dapat membantu menghilangkan racun dalam tubuh.

6. Kurangi konsumsi gula, Mengurangi konsumsi gula Anda, termasuk pemanis buatan, juga merupakan sebuah usaha untuk mengurangi racun dalam tubuh Anda. Mengonsumsi banyak gula juga dapat memberatkan kerja pankreas dalam menghasilkan insulin. Sebaiknya, pilihlah makanan sumber gula (karbohidrat) yang juga mengandung serat, seperti gandum, oat, dan beras merah, sehingga Anda mendapatkan manfaat lebih.

7. Cukup tidur, Tidur merupakan waktu tubuh untuk beristirahat, sehingga tubuh segar kembali keesokan harinya. Tidur cukup setiap malam membantu tubuh dalam mengurangi racun yang terbentuk dalam tubuh, karena saat tidur organ-organ dalam tubuh tidak bekerja sekeras saat Anda bangun. Kurang tidur dapat melemahkan sistem imun, sehingga Anda mudah sakit.

Baca juga : Artikel Cara Mengatasi Sakit Kepala

Related Posts

Waspada Jantung Kolaps Saat Bersepeda

Waspada Jantung Kolaps Saat Bersepeda

Cara Mengatasi Sakit Kepala Sebelah Kanan Dan Belakang

Cara Mengatasi Sakit Kepala Sebelah Kanan Dan Belakang

Penyakit Mental Datang Tanpa Disadari

Penyakit Mental Datang Tanpa Disadari

Cara Mengatasi Tidur Mendengkur Secara Alami dan Sehat

Cara Mengatasi Tidur Mendengkur Secara Alami dan Sehat

Kaos Islami
Baju Distro
Hosting